Tampilkan postingan dengan label Dinamis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinamis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2013

LISTRIK DINAMIS II

HUKUM OHM
Simbol Ohm



Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.

Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.
Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:

V = I R\
Dimana :
  • I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere.
  • V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt.
  • R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.


HAMBATAN PADA PENGHANTAR

Rumus Hambatan Pada Penghantar



Keterangan : 
R  =  Hambatan ( )   
L  =  Panjang penghantar ( m )
   A  =  Luas penampang penghantar ( m2 )
  =  Hambatan sejenis ( . m )

»»  READMORE...

LISTRIK DINAMIS

LISTRIK DINAMIS 


Listrik Dinamis

Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah muatan listrik dibagai waktu dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan satuan waktu adalah detik. kuat arus pada rangkaian bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar. sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan. Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. semua itu telah dikemukakan oleh hukum kirchoff yang berbunyi "jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar". 
Berdasarkan hukum ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki satuan volt(V) dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm.

Rumus :

Rumus
Keterangan : 
q = Muatan Listrik
I = Kuat Arus
t = Waktu

Menghitung muatan Elektron 


Rumus muatan Elektron


Keterangan : 
q = Muatan Listrik (C)
e = Muatan Elektron ( 1,6x10-9C )
n = Banyaknya Elektron

Menghitung Tegangan Listrik

 

W = q . V

Keterangan : 
W = Usaha ( )
q  = Muatan Listrik
V = Sumber Tegangan / Beda Potensial (V)
»»  READMORE...